Drama Populer: Bayangan Yang Mengintai Di Balik Pintu Keluarga



Judul: Bisikan Hujan di Halaman Belakang Hujan menggigil di luar jendela, sama dinginnya dengan tatapan Ningsih pada pria di hadapannya. Arya. Namanya masih bergema di relung hatinya, namun kini hanya menjadi duri yang menyakitkan. Lima belas tahun telah berlalu sejak malam pengkhianatan itu, malam di mana _bayangannya_ patah di bawah cahaya bulan. "Ningsih, aku..." Arya memulai, suaranya serak. Cahaya lentera di ruang tamu nyaris padam, menari-nari di wajahnya, memperjelas kerutan penyesalan yang dalam. Ningsih memotong, suaranya tenang, nyaris tanpa emosi. "Kau datang terlambat, Arya. Sangat terlambat." Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang tak terpisahkan. Janji setia terukir di setiap hembusan napas. Namun, janji itu runtuh bagai istana pasir diterjang ombak. Arya, yang tergiur kilau harta dan tahta keluarga kaya, meninggalkannya di altar. Memilih hidup yang gemerlap, meninggalkan Ningsih dengan hati yang hancur berkeping-keping. Setiap tahun, hujan selalu mengingatkannya pada malam itu. Pada air mata yang bercampur dengan air hujan, pada _kehancuran_ mimpi-mimpinya. Dia membesarkan putri mereka seorang diri, berjuang melawan cibiran dan hinaan. Arya hidup dalam kemewahan, sementara Ningsih menelan pahitnya kehidupan. Kini, Arya kembali. Dengan alasan yang sama seperti dulu: harta. Perusahaan keluarganya di ambang kebangkrutan, dan satu-satunya harapan adalah menikahi putri mereka, Maya, dengan putra seorang konglomerat. Maya, _anaknya_ yang tidak pernah diakuinya secara resmi. "Kau tahu, Arya," Ningsih berbisik, matanya setajam belati. "Aku tidak pernah melupakan apa yang kau lakukan. Setiap malam, aku memikirkan cara untuk membalasmu." Arya tersentak. Ia melihat ketenangan Ningsih bukan sebagai penerimaan, melainkan sebagai persiapan. Persiapan untuk badai yang lebih dahsyat. "Kau...kau akan membiarkan Maya menikah dengan putra itu?" Ningsih tersenyum tipis. "Tentu saja. Itu bagian dari rencana. Rencana yang sudah kurancang selama lima belas tahun. Kau pikir aku hanya diam saja, menanggung semua ini? _SALAH BESAR_!" Lentera itu akhirnya padam, meninggalkan mereka dalam kegelapan. Hanya suara hujan yang terdengar, semakin deras dan mengancam. "Maya tidak akan menikah dengan siapa pun, Arya," bisik Ningsih dalam kegelapan. "Karena Maya... **bukan putrimu.**"
You Might Also Like: 10 Best Places To See Turtles In Maui

Post a Comment

Previous Post Next Post