Baiklah, inilah kisah Dracin penuh nuansa takdir berjudul 'Bayangan yang Menyerupai Kekasih Lama': **Bayangan yang Menyerupai Kekasih Lama** *Seratus tahun.* Seratus musim gugur berganti musim semi, seratus pasang bintang jatuh menyaksikan bumi berputar. Seratus tahun lamanya jiwa Lan Yifei terpisah dari belahan jiwanya, Shen Jing. Dosa masa lalu, janji yang terucap di bawah *pohon persik berdarah*, mengikat mereka dalam jalinan takdir yang rumit. Di kehidupan ini, Lan Yifei terlahir kembali sebagai seorang pianis muda berbakat bernama Bai Liwei. Jarinya menari di atas tuts, melahirkan melodi yang **pedih dan indah**, seolah mengenang lagu yang terlupakan. Di sisi lain kota, Shen Jing bereinkarnasi menjadi seorang pelukis misterius, Lin Xiuying. Kanvasnya dipenuhi bunga *Wisteria* yang menjuntai, lukisan yang terasa ***familiar***, seolah pernah dilukis dalam mimpi. Pertemuan mereka terjadi di sebuah galeri seni kecil, tersembunyi di antara hiruk pikuk kota Shanghai. Ketika mata Bai Liwei menatap Lin Xiuying, waktu seolah berhenti. Ada sesuatu yang bergetar dalam jiwanya, *sebuah gema dari masa lalu*. Suara Lin Xiuying, lembut bagai bisikan angin, terasa ***sangat*** familiar. "Kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Bai Liwei, suaranya bergetar halus. Lin Xiuying menatapnya lekat. "Mungkin dalam mimpi," jawabnya, tatapannya *penuh misteri*. Sejak saat itu, mereka terikat oleh tarikan yang tak terelakkan. Bunga *Plum Blossom* yang tiba-tiba bermekaran di taman kota, melodi piano yang menggema di tengah malam, lukisan *Wisteria* yang seolah hidup; semua itu adalah *petunjuk-petunjuk* dari masa lalu yang perlahan terungkap. Bai Liwei mulai bermimpi. Mimpi tentang medan perang yang berdarah, tentang janji setia di bawah pohon persik yang dipenuhi darah, tentang pengkhianatan yang menusuk jantung. Semakin dalam ia menggali, semakin jelas pula bayangan masa lalu itu. Lan Yifei, seorang jenderal muda yang gagah berani, mencintai Shen Jing, seorang putri dari kerajaan tetangga. Namun, perbedaan politik dan ambisi kekuasaan merenggut kebahagiaan mereka. Shen Jing, demi menyelamatkan kerajaannya, terpaksa menikahi raja yang kejam dan mengkhianati cinta Lan Yifei. Dalam amarah dan kesedihan, Lan Yifei mengucapkan sumpah: *mereka akan bertemu kembali, dan ia akan membalas dendam*. Namun, sebelum ia menghembuskan nafas terakhir, Shen Jing sempat berbisik: "Cinta sejati tidak akan pernah mati. Balas dendam hanya akan mengikat kita dalam lingkaran kesengsaraan." Kebenaran pahit itu menyakitkan. Bai Liwei, dengan ingatan Lan Yifei yang kini utuh, merasakan amarah membara dalam dadanya. Tapi, tatapan Lin Xiuying, *tatapan penuh penyesalan dan cinta* yang masih terpancar dari matanya, meredam amarah itu. Bai Liwei memutuskan untuk tidak membalas dendam. Ia memilih keheningan dan pengampunan. Ia memainkan *sonata perpisahan* di depan Lin Xiuying, melodi yang penuh kesedihan dan pelepasan. Ketika nada terakhir menghilang, ia berbalik dan pergi, meninggalkan Lin Xiuying dengan air mata yang mengalir di pipinya. Waktu berlalu. Bai Liwei terus berkarya, melahirkan musik yang menyentuh jiwa. Lin Xiuying terus melukis, kanvasnya dipenuhi warna-warna kehidupan dan harapan. Mereka tidak pernah bertemu lagi. Namun, di suatu malam yang sunyi, ketika Bai Liwei duduk di depan pianonya, ia mendengar bisikan lembut di telinganya: *"… ingatlah, Janjiku padamu tidak akan pernah ku lupakan…"*.
You Might Also Like: Anime Rias High School Dxd Hd
