Baik, ini dia kisah Dracin fantasi berjudul 'Kau Membakar Dunia, dan Aku Tetap Memelukmu di Tengah Apinya', dengan atmosfer magis, misteri, dan sentuhan puitis, dalam bahasa Indonesia: **Kau Membakar Dunia, dan Aku Tetap Memelukmu di Tengah Apinya** **Bab 1: Lentera di Bawah Sungai** Di Desa Kabut Abadi, lentera *bercahaya* di permukaan sungai, menari-nari bagai kunang-kunang yang tersesat. Desa itu berada di perbatasan antara dunia manusia dan dunia roh, tempat bayangan *berbisik* rahasia kepada mereka yang berani mendengarkan. Di sanalah, aku, Lin Yue, hidup dalam mimpi yang tak pernah kumengerti. Aku selalu merasa ada yang hilang, seperti melodi yang terputus. Orang-orang desa bilang aku aneh, melihat hal-hal yang tak bisa mereka lihat. Mereka tak mengerti, bagaimana mungkin mereka bisa melihat bayangan yang **BERBICARA**, bagaimana mungkin mereka mendengar bulan *memanggil* nama-nama yang terlupakan? Bulan mengingat nama-nama itu, nama-nama para roh yang telah lama pergi. Suatu malam, saat lentera-lentera itu bersinar paling terang, aku menemukan sebuah cermin retak di tepi sungai. Saat kupandangi, aku melihat wajah yang bukan wajahku. Mata itu menyimpan kesedihan *yang kuno*, tatapan itu menyimpan kenangan **DUKA** yang tak terkatakan. Lalu, bayangan di belakangku berbisik, “Kematianmu adalah awal.” **Bab 2: Jejak Api di Dunia Roh** Bisikan itu membawaku ke dunia roh, dunia yang terbuat dari mimpi dan debu bintang. Di sana, aku menemukan bahwa kematianku di dunia lama – kematian karena api, ***ironis*** – adalah pintu menuju takdir yang baru. Aku adalah reinkarnasi dari *Api Abadi*, roh yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan atau menyembuhkan dunia. Di dunia roh, aku bertemu dengan Bai Lian, seorang pria dengan mata *seperti* obsidian dan rambut seputih salju. Dia adalah *Pelindung Roh*, penjaga keseimbangan antara cahaya dan kegelapan. Dia berjanji untuk membimbingku, untuk membantuku mengendalikan kekuatanku. Namun, ada yang aneh. Bai Lian terlalu sempurna, terlalu protektif. Dia selalu ada di sisiku, seolah takut aku akan melakukan sesuatu yang berbahaya. Aku merasakan tarikan yang kuat padanya. Cintakah ini? Ataukah… **Bab 3: Rahasia yang Terbakar** Semakin dalam aku menggali masa laluku, semakin banyak rahasia yang terungkap. Aku menemukan bahwa kematianku di dunia lama bukanlah kecelakaan. Itu adalah rencana, sebuah pengorbanan yang dirancang untuk membangkitkan kekuatan Api Abadi dalam diriku. Dan Bai Lian… dia tahu. Dia tahu *segalanya*. Lalu, aku melihatnya: sebuah lukisan di kuil kuno, lukisan seorang wanita yang mirip denganku, memegang bola api. Di bawahnya, tertulis: “Dia yang membakar dunia.” Aku **BUKANLAH** sang penyelamat. Aku adalah perusak. Bai Lian mengakui semuanya. Dia mencintaiku, ya, tapi cintanya adalah cinta seorang *pemilik*. Dia membutuhkan kekuatanku untuk menyelamatkan dunia roh, bahkan jika itu berarti mengorbankan diriku. Dialah yang mengatur kematianku di kehidupan lampau! Dia yang mengendalikan takdirku! **Bab 4: Di Tengah Kobaran Api** Dunia roh bergolak. Kekuatanku lepas kendali, membakar segalanya di jalanku. Bai Lian mencoba menghentikanku, tapi aku menolaknya. Aku menolak menjadi pion dalam permainannya. "Kau mencintaiku?" tanyaku, air mata mengalir di pipiku. "Atau kau hanya mencintai kekuatan yang kumiliki?" Dia tak menjawab. Aku memeluknya, erat, di tengah kobaran api yang kuhasilkan. "Kau membakar dunia, dan aku tetap memelukmu di tengah apinya." Saat api mereda, aku menemukan diriku kembali di tepi sungai di Desa Kabut Abadi. Lentera-lentera itu padam, bayangan-bayangan itu terdiam. Bai Lian hilang, atau mungkin, dia tak pernah ada. Aku melihat ke cermin retak, dan kali ini, aku melihat diriku sendiri. Kekuatan Api Abadi masih ada di dalam diriku, tapi sekarang, aku tahu bagaimana mengendalikannya. Aku tahu siapa musuhku, dan aku tahu apa yang harus kulakukan. **Epilog:** Bulan memandangku, dan untuk pertama kalinya, aku tidak mendengar nama-nama yang terlupakan. Aku hanya mendengar satu kata: *Kebebasan… sekarang giliranmu.*
You Might Also Like: 47 Pin By Paul Andre Hamel On Les Plus
