Ini Baru Cerita! Pelukan Yang Tersesat Di Antara Dunia



Baik, ini dia kisah Dracin pendek berjudul "Pelukan yang Tersesat di Antara Dunia": **Pelukan yang Tersesat di Antara Dunia** Kabut lilac menyelimuti Kota Yuanyang, aroma bunga persik menguar lembut, namun hatiku terasa bagai *kepingan es*. Aku, Lin Xiulan, hidup sebagai pelukis biasa. Namun, lukisan-lukisanku... mereka aneh. Mereka bukan pemandangan yang aku lihat, tapi *kenangan* yang *terasa* nyata. Seorang pria berpakaian zirah emas, pedang terhunus di tengah badai salju. Seorang wanita bergaun merah menyala, tertawa sinis di bawah rembulan berdarah. Setiap malam, mimpi itu datang. Kekaisaran yang megah, intrik istana yang keji, dan *dia*... Jenderal Wei, kekasihku, pengkhianatku. Aku tak mengerti. Di kehidupan ini, aku tak mengenal Wei. Aku hanya melihat fotonya di museum, patungnya di taman kota. Dia adalah pahlawan legendaris, pelindung kekaisaran yang jatuh. Tapi dalam mimpi, matanya sekelam malam tanpa bintang. Dia *meracuniku*. Suatu hari, aku bertemu dengan seorang pria. Namanya Jian, seorang kolektor barang antik. Matanya... *seperti mata Wei dalam mimpi*. "Lukisanmu..." Jian menatapku dengan intens. "Lukisanmu memanggilku." Dia menceritakan legenda tentang Putri Xiulan, seorang wanita yang sangat dicintai Jenderal Wei. Mereka berjanji sehidup semati, tapi sang putri diracun, kekaisaran hancur, dan Wei menghilang. Jian percaya, bahwa aku adalah reinkarnasi Putri Xiulan. Awalnya, aku ragu. Tapi semakin lama aku bersamanya, semakin banyak kepingan memori itu kembali. Kebencian, cinta, pengkhianatan... Semuanya terasa *begitu* nyata. Akhirnya, aku mengerti. Wei tidak meracuniku. Dia *melindungiku*. Ada konspirasi yang lebih besar, pengkhianatan dari *orang terdekat* Putri Xiulan. Wei harus meracuniku untuk melindungiku dari musuh yang lebih kejam. Dan Jian... dia bukan hanya kolektor barang antik. Dia adalah reinkarnasi Wei. "Siapa yang mengkhianatiku?" tanyaku pada Jian, suaraku bergetar. Jian menunjuk lukisan yang baru saja selesai aku buat. Di sana, tergambar wajah *ibuku* di kehidupan lampau. *IBU*. Dunia seolah berhenti berputar. Rasa sakit pengkhianatan itu begitu menusuk, lebih menyakitkan dari kematian di kehidupan sebelumnya. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Di kehidupan ini, aku memiliki kekuatan. Aku memiliki talenta. Aku akan *bangkit*. Aku akan membangun *kekaisaran baru* atas nama diriku sendiri. Kekaisaran di mana tak ada tempat untuk pengkhianatan. Aku menatap Jian, air mata mengalir di pipiku. "Aku tahu apa yang harus kulakukan." Dia mengangguk, memahami tanpa perlu penjelasan. Aku akan memaafkan, tapi aku tak akan lupa. Aku akan memilih jalanku sendiri, menjauhi takdir yang telah digariskan untukku. Aku akan *menghancurkan* permainan mereka. Langkah pertamaku adalah... *menikah dengan pewaris keluarga kerajaan yang baru bangkit, keluarga yang memiliki kekuatan untuk mengubah seluruh tatanan masyarakat*. "Jian," kataku, memegang tangannya. "Aku akan menikah. Tapi aku berjanji, ini bukan akhir, tapi AWAL…"
You Might Also Like: 77 Manfaat Skincare Lokal Dengan Morus

Post a Comment

Previous Post Next Post