Baiklah, ini dia kisah dracin pendek dengan judul 'Aku Menjadi Istrinya Dalam Perintah, Tapi Kekasihnya Dalam Dosa': **Aku Menjadi Istrinya Dalam Perintah, Tapi Kekasihnya Dalam Dosa** Cahaya senja memulas langit Kerajaan Azure Dragon dengan warna lembayung dan tembaga. Di taman istana yang luas, He Lian, sang putri yang dinikahi karena perintah politik, duduk di ayunan berukir naga. Angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga plum yang manis pahit, sama seperti perasaannya saat ini. Ia *merasa* asing di tubuhnya sendiri. Ia tidak seharusnya berada di sini. Ia *bukanlah* He Lian yang seharusnya. Kilasan-kilasan mimpi – atau kenangan? – menghantuinya. Seorang wanita bernama Yue, dengan rambut hitam legam menjuntai dan mata setajam obsidian, tertawa di bawah pohon sakura. Seorang pria, wajahnya kabur namun auranya memancar kesetiaan, berlutut di hadapannya, menjanjikan cinta abadi. Kemudian, pengkhianatan. Pisau berkilauan di bawah rembulan, wajah yang dicintainya berubah menjadi *monster* yang penuh amarah, dan bisikan terakhir yang menyayat hati: "Kau tidak pantas hidup." Yue… namanya Yue. Dan dia *dikhianati*. He Lian, atau siapapun namanya dahulu, dijodohkan dengan Kaisar Xuan, seorang pria dingin dan berwibawa yang seolah melihat menembus jiwanya. Di balik tatapannya yang tajam, He Lian merasakan kelelahan yang sama dengan dirinya – kelelahan seorang *pengkhianat*. Suatu malam, saat bulan purnama menyinari taman, Kaisar Xuan menghampirinya. "Kau tahu, He Lian," desisnya, suaranya rendah dan dalam, "Kau mengingatkanku pada seseorang dari masa lalu. Seseorang yang… sangat *berharga* bagiku." Jantung He Lian berdebar kencang. *Apakah dia ingat? Apakah dia tahu?* Ia berpura-pura polos. "Siapa, Yang Mulia?" Kaisar Xuan menatapnya lekat-lekat. "Seseorang yang kuhianati. Seseorang yang… kucintai." Lalu, dengan nada merendahkan, ia menambahkan, "Tapi kau hanyalah penggantinya, bukan begitu?" Pengganti. Kata itu terasa seperti cambuk. Ya, dia adalah He Lian sekarang, namun dalam dirinya bersemayam jiwa Yue yang haus akan keadilan. Ia tahu, ia *pasti* tahu, bahwa Kaisar Xuan adalah pria itu – pria yang mencintainya, lalu membunuhnya di kehidupan sebelumnya. Bukannya balas dendam dengan pedang atau racun. Ia akan melakukan sesuatu yang lebih halus, lebih menyakitkan. Ia akan menjadi *permaisuri* yang dicintai rakyatnya, penasihat yang dihormati kerajaannya, *kekuatan* yang membayangi tahta. Ia akan mengubah Kerajaan Azure Dragon menjadi kerajaan yang Yue, di kehidupan manapun, akan banggakan. Ia akan memastikan Kaisar Xuan hidup dengan penyesalan, setiap hari, setiap jam, setiap detik, menyadari *apa* yang telah ia hilangkan. Ia tersenyum. Senyum yang dingin, berbahaya, dan penuh janji. "Mungkin," jawab He Lian, suaranya selembut sutra, "Tapi bahkan sebuah *bayangan* pun bisa tumbuh lebih besar dari sumber cahayanya." Dan takdir yang terukir di langit, akan ditulis ulang dalam tinta kesetiaan yang tertunda seribu tahun...
You Might Also Like: 47 Rekomendasi Pelembab Skin Barrier
